Penyelidikan epidemiologi (PE) DBD
Penyelidikan epidemiologi (PE) DBD
Penyelidikan epidemiologi (PE) adalah kegiatan sistematis untuk mengidentifikasi penyebab, sumber, cara penularan, dan faktor risiko suatu penyakit atau masalah kesehatan, terutama saat terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti DBD atau COVID-19, untuk mengendalikan penyebarannya dengan mencari penderita, memeriksa lingkungan (misal, jentik nyamuk), dan mengambil tindakan pencegahan seperti PSN 3M Plus. Tujuannya adalah memberi peringatan dini, dasar perencanaan, dan evaluasi program kesehatan agar penanggulangan efektif.
Tujuan Penyelidikan Epidemiologi (PE)
- Mengetahui potensi penularan dan penyebaran penyakit.
- Menemukan sumber penularan dan faktor yang mempengaruhinya.
- Menentukan tindakan penanggulangan yang tepat dan cepat.
- Memberikan informasi kepada masyarakat untuk pencegahan.
Contoh Kegiatan PE (Kasus DBD)
- Pencarian Kasus: Mencari penderita atau tersangka DBD lain di sekitar lokasi.
- Pemeriksaan Lingkungan: Memeriksa tempat penampungan air untuk mencari jentik nyamuk.
- Tindakan Penanggulangan: Menabur abate, fogging jika perlu, dan mengedukasi 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang).
- Koordinasi: Bekerja sama dengan perangkat desa, kader, dan petugas kesehatan.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty. Penyakit DBD masih merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hampir seluruh Kab/Kota di Indonesia endemis terhadap penyakit ini. Sejak ditemukan pertama kali tahun 1968 di Jakarta dan Surabaya, saat ini penyebarannya semakin meluas mencapai seluruh provinsi di Indonesia (34 provinsi). Penyakit ini seringkali menimbulkan KLB dan menyebabkan kematian.
Kegiatan PE dilaksanakan oleh Petugas : Yeru, Reni, Suryati bersama kader kesehatan
Hari tanggal : Selasa, 13-1-2026
Tempat : Desa Bumirejo
Laporan hasil : 10 rumah diperiksa, 1 rumah positif jentik
Masukan dan Saran : untuk meningkatkan kewaspadaan DBD dengan 3M Plus
