Transformasi Kesehatan Desa Weton Wetan: 114 Warga Padati Posyandu ILP untuk Deteksi Dini Penyakit
Transformasi Kesehatan Desa Weton Wetan: 114 Warga Padati Posyandu ILP untuk Deteksi Dini Penyakit
WETON WETAN — Sebuah pergerakan nyata dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran kesehatan Desa Weton Wetan. Bertempat di Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) Desa Weton Wetan, telah sukses diselenggarakan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menyasar seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari usia remaja, dewasa, hingga lansia. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 sejak pukul 08.00 WIB ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa tinggi dari warga wilayah RT 02/RW 03 dan RT 03/RW 03.
Dipimpin langsung oleh Bidan Desa Iva Aviana dengan didampingi secara sigap oleh 25 kader kesehatan, posyandu ini berfokus pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi (HT), Diabetes Melitus (DM), dan Asam Urat. Melalui penapisan (skrining) kesehatan yang komprehensif, total 114 warga berhasil diperiksa tingkat kesehatannya.
Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk deteksi dini dan penapisan faktor risiko penyakit di tingkat desa. Diikuti oleh 114 warga (20 remaja, 94 dewasa & lansia) serta digerakkan oleh Bidan Desa Iva Aviana dan 25 orang kader kesehatan. Hari Rabu, 15 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Berlokasi di Pustu Desa Weton Wetan. Untuk memetakan kondisi kesehatan warga secara berkala guna mencegah komplikasi dari penyakit tidak menular (seperti Hipertensi dan Diabetes) sedini mungkin. Pelayanan dilakukan terintegrasi per kelompok usia dengan melibatkan puluhan kader untuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat, serta melakukan rujukan cepat jika ditemukan indikasi medis darurat.
Hasil Pemetaan & Temuan Skrining Kesehatan
Dari total pemeriksaan terhadap 94 warga dewasa dan lansia serta 20 remaja yang hadir, tim medis mencatat beberapa temuan kesehatan penting yang mendominasi:
-
Kelompok Remaja:
-
Hadir sebanyak 20 orang. Sebanyak 1 remaja laki-laki harus dirujuk ke Pustu untuk penanganan lebih lanjut.
-
-
Kelompok Dewasa Laki-Laki:
-
Hipertensi (HT): 2 orang
-
Diabetes Melitus (DM): 1 orang
-
Asam Urat: 1 orang
-
-
Kelompok Dewasa Perempuan:
-
Hipertensi (HT): 12 orang
-
Diabetes Melitus (DM): 9 orang
-
Asam Urat: 1 orang
-
-
Kelompok Lansia Laki-Laki:
-
Hipertensi (HT): 4 orang
-
-
Kelompok Lansia Perempuan:
-
Hipertensi (HT): 16 orang
-
Penyakit Menular/Lainnya (PM): 1 orang
-
Asam Urat: 1 orang
-
Langkah Tindak Lanjut
Berdasarkan rekapitulasi data yang dicatat, angka kejadian Hipertensi (HT) tampak mendominasi, terutama pada kelompok perempuan dewasa (12 kasus) dan lansia perempuan (16 kasus). Tren Diabetes Melitus (DM) pada perempuan dewasa juga menyentuh angka 9 orang.
Melihat hasil tersebut, Bidan Iva Aviana menekankan pentingnya evaluasi pola makan dan gaya hidup. Kehadiran 25 kader yang sigap membantu jalannya posyandu membuktikan bahwa kolaborasi masyarakat dan tenaga kesehatan adalah kunci utama keberhasilan deteksi dini penyakit. Program tindak lanjut berupa penyuluhan gizi seimbang, pemantauan obat rutin, dan senam kebugaran akan segera digalakkan untuk menekan angka risiko tersebut di Desa Weton Wetan.
